http://achsinov.multiply.com/journal/item/13/Kenyalnya_Rezeki_Jenang_Rahasia_sukses_jenang_Mubarok_Kudus

http://permimalang.wordpress.com/2007/11/13/pembuatan-brem-padat-aneka-rasa/#comment-2148

http://seruu.com/regional/manco-qnona-carmelq-cocok-untuk-teman-minum/itemid-759

http://www.lintasberita.com/go/25157

http://bankresep.wordpress.com/2007/03/07/aspek-teknis-produksi-tempe-tahu/

http://muhammadasfar.blogspot.com/2010/06/pangan-fungsional.html

http://menatapfajar.blogspot.com/2010/03/mencicipi-rasa-durian-sepanjang-masa.html?showComment=1292377530383_AIe9_BEHVSUd9qc2We6ndu1OtS9bjWq-l-70kz-bgoAAoU9RGk8P9b0fc0F_iIxhWxnnwfN1-CqX1v3eKRltB1wPrMnQJcYeAWBXGYdSXKNxQ-s0WGYf12T-m27DInOjMsXdtSnSu0tXKIRfiYCPlNPzblOWS0IhHPnxpi7LqRGYVgMIFtF2HtZa13b7dZaigyEkenPNiLAyUVSBo1jDwHPCa4Dvmq6RTTuY4QGuPQLKHtwsZaNWmM9YsCTljm_R1_BfBQz0vhKrfyan1qXqliH1EzY1qf4dMke3ef_5_bdoNj_zEYCamMso52gQ2NjWGNYkmjMH4jL0U2oNMAFKJwcO5JY5-ft-9t8bfE8HnEzAetqy9IRIwyF46Ufhkyl79bbLBwNKx3SMoXoGmjFGqUJEyGhNq2v8yd6ZRz2YaLBE5G9CEIVLE1YvR0n66SGei2xDV9tAgTHbiQXCjWcl5HDXIsFVroZiz0PyH1U7MPPXG1uv23MvigKUpvpPOshh2j5GOLYI7tgM1TVdY1lww7qBCfUqetG3Ww#c1553843780614515818

http://ikanmania.wordpress.com/2007/12/30/kerupuk-tinggi-kalsium-perbaikan-nilai-tambah-limbah-cangkang-kerang-hijau-melalui-aplikasi-teknologi-tepat-guna/#comment-3688

Sebelumnya tak terbesit sedikitpun dalam benakku untuk masuk Institut Pertanian Bogor di waktu aku kelas 1 SMA. Namun setelah menginjak kelas 2 SMA, ada ketertarikanku untuk masuk IPB. Mendengar cerita sukses dari putra teman-teman orang tuaku dan kakak kelasku yang berasal dari Ponorogo yang kuliah di IPB, seperti Mas Ardi, putra dari teman kantor ayahku yang juga mantan ketua Osis SMA Negeri 1 Ponorogo yang mendapat beasiswa ke Jepang. Dia mengambil departemen Ilmu Tanah di IPB. Ada lagi cerita sukses dari Mbak Nahyu Mahasiswa Prestasi Manajemen Hutan yang berasal dari sekolahanku SMA Negeri 1 Ponorogo yang kebetulan dia adalah putri dari teman sekantor ibuku. Dia mendapat beasiswa ke Jerman. Selain itu ada mbak Titis yang juga ke Meksiko serta menjadi Mapres IV IPB. Dia berasal dari Fakultas Peternakan. Mendengar itu semua aku menjadi tertarik untuk masuk ke IPB. Selain itu,menurut webomatrics, IPB menempati peringkat ke 6 Universitas di Indonesia (http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id&zoom_highlight=Insitut+Pertanian+Bogor). Ketertarikanku ke Ilmu dan Teknologi Pangan di mulai ketika Mas Tito Tegar, tetanggaku, menceritakan prestasi tentang ITP begitu sebutan departemenku ini. Ilmu dan Teknologi Pangan IPB satu-satunya jurusan yang mendapat approve undergraduated programs dari International Food Technology (http://www.ift.org/knowledge-center/learn-about-food-science/become-a-food-scientist/approved-undergrad-programs.aspx). Dengan itu, IPB menjadi satu-satunya Universitas di luar Amerika Utara bahkan di Eropa dan Asia yang mendapat approve tersebut. Program studi Ilmu dan Teknologi Pangan IPB diakui sejajar di tingkat internasional dengan program ITP di negara-negara lain yang mendapat approve dari IFT tersebut. Selain itu antar anggota IFT akan diberikan beasiswa berupa pertukaran pelajar ke negara-negara anggota tersebut. Ketertarikanku di ITP juga karena di departemen ini terdapat SEAFAST CENTER (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center) ( http://lppm.ipb.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=54:pusat-pengembangan-iltek-pertanian-dan-pangan-asia-tenggara-seafast-&catid=37:pusat-pusat-yang-dikoordinir-oleh-lppm-ipb-&Itemid=56) yang merupakan pusat penelitian dan pengkajian pangan di Asia Tenggara. Berbagai penelitian tentang pangan di lakukan di sini. Seperti mie instant jagung yang menghantar IPB menjadi juara 3 dunia di Kompetisi Internasional dalam Pengembangan Teknologi Pangan’ di Anaheim, Amerika Serikat (http://sains.kompas.com/read/2009/06/25/15032112/Teliti.Mi.Instan.Jagung..IPB.Juara.Tiga.Dunia..). Namun sebenarnya ketertarikanku ke Ilmu dan Teknologi Pangan adalah karena aku suka biologi yang banyak berkaitan dengan keilmuan yang ada di ITP serta ingin memberikan kontribusi dalam bidang pangan bagi Indonesia karena Indonesia merupakan negara Agraris. Selama manusia belum bisa berfotosintesis, ITP akan tetap eksis.